Rab, 7 Oktober 2026
Tim Posting
SURAKARTA – Komitmen SMA Muhammadiyah 1 Surakarta (SMA Muhi) dalam mencetak generasi Qur’ani terus diwujudkan melalui program penguatan hafalan Al-Qur’an. Sebanyak 26 murid Program Khusus (PK) Tahfidz dari kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan Sertifikasi Tahfidz Al-Qur’an pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Pondok Tahfidz Alima Surakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), melalui Program Studi Ilmu Al-Qur’an, bekerja sama dengan Pondok Tahfidz Alima Surakarta. Para peserta merupakan murid yang telah lolos seleksi oleh guru pengampu tahfidz di SMA Muhi sehingga dinilai siap mengikuti proses sertifikasi sesuai dengan capaian hafalan masing-masing.
Pelaksanaan sertifikasi berlangsung selama sehari penuh, mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Selama kegiatan, para murid mengikuti ujian hafalan Al-Qur’an dengan target yang beragam, mulai dari satu juz, dua juz, tiga juz, dan seterusnya, sesuai dengan jumlah hafalan yang akan disertifikasikan.
Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para murid untuk menunjukkan hasil dari proses menghafal, menjaga, dan memurojaah ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dipelajari. Selain menguji kekuatan hafalan, sertifikasi juga menjadi pengalaman untuk melatih kesiapan mental, ketelitian, konsentrasi, dan tanggung jawab dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an.
Selama pelaksanaan kegiatan, para murid didampingi langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Siti Lestari, S.Pd., M.Pd., bersama guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kehadiran pihak sekolah menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan penuh kesungguhan dan percaya diri.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Siti Lestari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah berusaha mempersiapkan diri untuk mengikuti sertifikasi tahfidz.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak dalam menghafal dan menjaga ayat-ayat Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menambah jumlah hafalan, tetapi juga bagaimana murid mampu menjaga kualitas hafalan, memperbaiki bacaan, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan sertifikasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.
Guru PAI SMA Muhi juga memberikan dukungan kepada para peserta agar menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri. Sertifikasi tahfidz diharapkan dapat mendorong murid untuk semakin konsisten dalam melakukan murajaah, menjaga hafalan yang telah diperoleh, serta terus meningkatkan kualitas interaksi mereka dengan Al-Qur’an.
Salah satu peserta sertifikasi dari murid PK Tahfidz mengungkapkan rasa syukur karena memperoleh kesempatan untuk mengikuti ujian hafalan dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mengikuti sertifikasi tahfidz ini. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga sekaligus tantangan bagi kami untuk membuktikan hasil belajar selama ini. Semoga setelah mengikuti sertifikasi, kami semakin semangat menjaga hafalan, rutin murajaah, dan terus menambah hafalan Al-Qur’an,” tuturnya.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan sertifikasi tahfidz berlangsung dengan lancar. Partisipasi 26 murid dari berbagai jenjang kelas menunjukkan kesungguhan SMA Muhi dalam memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an secara terarah.
Kerja sama antara UNS melalui Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Pondok Tahfidz Alima Surakarta juga menjadi bentuk sinergi dalam mendukung penguatan kompetensi tahfidz di kalangan pelajar. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman evaluasi hafalan yang bermanfaat bagi murid sekaligus memperkuat budaya Qur’ani di lingkungan sekolah.
Melalui program PK Tahfidz, SMA Muhammadiyah 1 Surakarta terus berupaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan.
Menjadi generasi Qur’ani bukan sekadar menghafal ayat, tetapi juga menjaga, memahami, dan mengamalkan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via