Rab, 7 Oktober 2026
Tim Posting
SURAKARTA – Suasana haru menyelimuti ruang guru SMA Muhammadiyah 1 Surakarta (SMA Muhi) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Keluarga besar SMA Muhi menggelar kegiatan mangayubagyo sebagai bentuk penghormatan, apresiasi, dan doa bagi lima guru dengan status DPK (Diperbantukan) yang mulai Oktober 2026 mendapatkan penugasan di sekolah negeri berdasarkan Surat Keputusan (SK) pemerintah.
Kelima guru tersebut adalah Dr. Rahayuningsih, S.Pd., M.Pd., guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn); Siti Nur Jannah, S.Pd., M.M., guru Kimia; Kus Indah Mulyani, M.Pd., guru Bahasa Inggris; Sularsih, S.Pd., M.Pd., guru Ekonomi; serta Nihayah, S.Sos., guru Sosiologi.
Kegiatan yang berlangsung sederhana di ruang guru tersebut menjadi momen penuh makna bagi seluruh keluarga besar SMA Muhi. Kebersamaan yang selama ini terjalin dalam menjalankan tugas pendidikan menghadirkan kenangan tersendiri. Suasana haru terasa ketika para guru dan karyawan menyampaikan salam perpisahan, ungkapan terima kasih, serta doa terbaik bagi rekan-rekan yang akan melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru.
Bagi SMA Muhi, kelima guru tersebut bukan sekadar rekan kerja, melainkan bagian penting dari perjalanan sekolah dalam mendidik dan mendampingi generasi muda. Dedikasi, pengalaman, serta kontribusi mereka telah menjadi bagian dari dinamika pembelajaran dan perkembangan sekolah selama bertugas.
Sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan kasih sayang, pihak sekolah memberikan tali asih kepada kelima guru yang dimutasi. Pemberian ini menjadi simbol apresiasi atas kebersamaan dan pengabdian yang telah diberikan, sekaligus ungkapan bahwa silaturahmi dan persaudaraan akan tetap terjalin meskipun tidak lagi berada dalam satu lingkungan kerja.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, Siti Lestari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas kontribusi kelima guru tersebut.
“Bagi kami, kepergian lima guru ini tentu menjadi momen yang mengharukan. Mereka telah menjadi bagian dari keluarga besar SMA Muhi dan turut memberikan kontribusi dalam perjalanan pendidikan di sekolah ini. Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kerja sama, dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga di tempat tugas yang baru, Bapak dan Ibu senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, keberkahan, serta kesuksesan dalam menjalankan amanah sebagai pendidik. Semoga silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga,” ungkapnya.
Salah satu perwakilan guru yang dimutasi menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang telah diberikan selama bertugas di SMA Muhi. Baginya, sekolah bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun persaudaraan bersama rekan-rekan sejawat.
“Kami merasa bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga besar SMA Muhi. Banyak pengalaman, kenangan, dan pelajaran berharga yang kami dapatkan selama bertugas di sini. Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kekeluargaan yang telah terjalin. Walaupun nantinya bertugas di tempat yang berbeda, kami berharap hubungan baik ini tetap terjaga. Mohon doa agar kami dapat menjalankan amanah di tempat yang baru dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Perwakilan guru dan karyawan SMA Muhi juga mengungkapkan bahwa momen ini menjadi pengingat akan arti kebersamaan dalam dunia pendidikan. Perbedaan tempat penugasan tidak menghapus hubungan persaudaraan yang telah dibangun melalui kerja sama, perjuangan, dan pengalaman selama menjalankan tugas.
“Kami tentu merasa kehilangan karena selama ini sudah terbiasa bekerja dan beraktivitas bersama. Namun, kami juga ikut berbahagia karena Ibu-ibu sekalian akan melanjutkan pengabdian di tempat yang baru. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan. Kami mendoakan agar semuanya senantiasa sukses dan tetap menjadi bagian dari keluarga besar SMA Muhi,” ungkapnya.
Kegiatan mangayubagyo ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan wujud penghormatan atas perjalanan pengabdian seorang pendidik. Dalam suasana penuh kehangatan, keluarga besar SMA Muhi melepas kelima guru dengan rasa syukur, penghargaan, dan doa agar langkah mereka di tempat tugas yang baru senantiasa mendapat kemudahan.
Perpindahan tugas ini menjadi bagian dari dinamika penugasan guru yang ditetapkan oleh pemerintah. Meski mulai Oktober 2026 kelimanya melanjutkan pengabdian di sekolah negeri, kenangan dan kontribusi mereka akan tetap menjadi bagian dari perjalanan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.
Selamat bertugas di tempat yang baru. Terima kasih atas dedikasi dan kebersamaan selama ini. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian. Silaturahmi tetap terjaga, persaudaraan tetap bermakna.
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via